Kamis, 24 Februari 2011

Aliran Behavioristik

KELOMPOK 2 :

- Bastian Gautama
- Faaiza Supandi
- Indah Savitri 11509367
- Iqbal Dwi Putra
- Kidung Kinanti
- Kikhen Resna
- Kurnia Ayu Rahmasari 12509568
- Meltri
- Michael Bellefroid
- Mochtar Mauludi
- Okky Alfias


2 PA O4





ALIRAN BEHAVIORISTIK

A. Definisi Aliran Behavioristik
Behaviorisme adalah teori perkembangan perilaku, yang dapat diukur, diamati dan dihasilkan oleh respons pelajar terhadap rangsangan. Tanggapan terhadap rangsangan dapat diperkuat dengan umpan balik positif atau negatif terhadap perilaku kondisi yang diinginkan. Hukuman kadang-kadang digunakan dalam menghilangkan atau mengurangi tindakan tidak benar, diikuti dengan menjelaskan tindakan yang diinginkan. Pendidikan behaviorisme merupakan kunci dalam mengembangkan keterampilan dasar dan dasar-dasar pemahaman dalam semua bidang subjek dan manajemen kelas. Ada ahli yang menyebutkan bahwa teori belajar behavioristik adalah perubahan perilaku yang dapat diamati, diukur dan dinilai secara konkret
B. Ciri-ciri Aliran Behavioristik
Mengutamakan unsur-unsur dan bagian kecil, bersifat mekanistis, menekankan peranan lingkungan, mementingkan pembentukan reaksi atau respon, menekankan pentingnya latihan, mementingkan mekanisme hasil belajar,mementingkan peranan kemampuan dan hasil belajar yang diperoleh adalah munculnya perilaku yang diinginkan. Guru yang menganut pandangan ini berpandapat bahwa tingkahlaku siswa merupakan reaksi terhadap lingkungan dan tingkahl laku adalah hasil belajar. Dalam hal konsep pembelajaran, proses cenderung pasif berkenaan dengan teori behavioris. Pelajar menggunakan tingkat keterampilan pengolahan rendah untuk memahami materi dan material sering terisolasi dari konteks dunia nyata atau situasi. Little tanggung jawab ditempatkan pada pembelajar mengenai pendidikannya sendiri.


C. Tokoh-Tokoh Aliran Behavioristik
Tokoh-tokoh aliran behavioristik tersebut antaranya adalah Thorndike, Watson, Clark Hull, Edwin Guthrie, dan Skinner. Berikut akan dibahas karya-karya para tokoh aliran behavioristik dan analisis serta peranannya dalam pembelajaran.
1. Teori Belajar Menurut Thorndike
Menurut Thorndike, belajar adalah proses interaksi antara stimulus dan respon. Stimulus adalah apa yang merangsang terjadinya kegiatan belajar seperti pikiran, perasaan, atau hal-hal lain yang dapat ditangkap melalui alat indera. Sedangkan respon adalah reaksi yang dimunculkan peserta didik ketika belajar, yang dapat pula berupa pikiran, perasaan, atau gerakan/tindakan. Jadi perubahan tingkah laku akibat kegiatan belajar dapat berwujud konkrit, yaitu yang dapat diamati, atau tidak konkrit yaitu yang tidak dapat diamati. Meskipun aliran behaviorisme sangat mengutamakan pengukuran, tetapi tidak dapat menjelaskan bagaimana cara mengukur tingkah laku yang tidak dapat diamati. Teori Thorndike ini disebut pula dengan teori koneksionisme (Slavin, 2000). Ada tiga hukum belajar yang utama, menurut Thorndike yakni :
(1) hukum efek;
(2) hukum latihan dan
(3) hukum kesiapan (Bell, Gredler, 1991).
Ketiga hukum ini menjelaskan bagaimana hal-hal tertentu dapat memperkuat respon.
2. Teori Belajar Menurut Watson
Watson mendefinisikan belajar sebagai proses interaksi antara stimulus dan respon, namun stimulus dan respon yang dimaksud harus dapat diamati (observable) dan dapat diukur. Jadi walaupun dia mengakui adanya perubahan-perubahan mental dalam diri seseorang selama proses belajar, namun dia menganggap faktor tersebut sebagai hal yang tidak perlu diperhitungkan karena tidak dapat diamati. Watson adalah seorang behavioris murni, karena kajiannya tentang belajar disejajarkan dengan ilmu-ilmu lain seperi Fisika atau Biologi yang sangat berorientasi pada pengalaman empirik semata, yaitu sejauh mana dapat diamati dan diukur.
3. Teori Belajar Menurut Clark Hull
Clark Hull juga menggunakan variabel hubungan antara stimulus dan respon untuk menjelaskan pengertian belajar. Namun dia sangat terpengaruh oleh teori evolusi Charles Darwin. Bagi Hull, seperti halnya teori evolusi, semua fungsi tingkah laku bermanfaat terutama untuk menjaga agar organisme tetap bertahan hidup. Oleh sebab itu Hull mengatakan kebutuhan biologis (drive) dan pemuasan kebutuhan biologis (drive reduction) adalah penting dan menempati posisi sentral dalam seluruh kegiatan manusia, sehingga stimulus (stimulus dorongan) dalam belajarpun hampir selalu dikaitkan dengan kebutuhan biologis, walaupun respon yang akan muncul mungkin dapat berwujud macam-macam. Penguatan tingkah laku juga masuk dalam teori ini, tetapi juga dikaitkan dengan kondisi biologis (Bell, Gredler, 1991).
4. Â Teori Belajar Menurut Edwin Guthrie
Azas belajar Guthrie yang utama adalah hukum kontiguiti. Yaitu gabungan stimulus-stimulus yang disertai suatu gerakan, pada waktu timbul kembali cenderung akan diikuti oleh gerakan yang sama (Bell, Gredler, 1991). Guthrie juga menggunakan variabel hubungan stimulus dan respon untuk menjelaskan terjadinya proses belajar. Belajar terjadi karena gerakan terakhir yang dilakukan mengubah situasi stimulus sedangkan tidak ada respon lain yang dapat terjadi. Penguatan sekedar hanya melindungi hasil belajar yang baru agar tidak hilang dengan jalan mencegah perolehan respon yang baru. Hubungan antara stimulus dan respon bersifat sementara, oleh karena dalam kegiatan belajar peserta didik perlu sesering mungkin diberi stimulus agar hubungan stimulus dan respon bersifat lebih kuat dan menetap. Guthrie juga percaya bahwa hukuman (punishment) memegang peranan penting dalam proses belajar. Hukuman yang diberikan pada saat yang tepat akan mampu mengubah tingkah laku seseorang.
Saran utama dari teori ini adalah guru harus dapat mengasosiasi stimulus respon secara tepat. Pebelajar harus dibimbing melakukan apa yang harus dipelajari. Dalam mengelola kelas guru tidak boleh memberikan tugas yang mungkin diabaikan oleh anak (Bell, Gredler, 1991).
5. Teori Belajar Menurut Skinner
Konsep-konsep yang dikemukanan Skinner tentang belajar lebih mengungguli konsep para tokoh sebelumnya. Ia mampu menjelaskan konsep belajar secara sederhana, namun lebihkomprehensif. Menurut Skinner hubungan antara stimulus dan respon yang terjadi melalui interaksi dengan lingkungannya, yang kemudian menimbulkan perubahan tingkah laku, tidaklah sesederhana yang dikemukakan oleh tokoh tokoh sebelumnya. Menurutnya respon yang diterima seseorang tidak sesederhana itu, karena stimulus-stimulus yang diberikan akan saling berinteraksi dan interaksi antar stimulus itu akan mempengaruhi respon yang dihasilkan. Respon yang diberikan ini memiliki konsekuensi-konsekuensi. Konsekuensi-konsekuensi inilah yang nantinya mempengaruhi munculnya perilaku (Slavin, 2000). Oleh karena itu dalam memahami tingkah laku seseorang secara benar harus memahami hubungan antara stimulus yang satu dengan lainnya, serta memahami konsep yang mungkin dimunculkan dan berbagai konsekuensi yang mungkin timbul akibat respon tersebut. Skinner juga mengemukakan bahwa dengan menggunakan perubahan-perubahan mental sebagai alat untuk menjelaskan tingkah laku hanya akan menambah rumitnya masalah. Sebab setiap alat yang digunakan perlu penjelasan lagi, demikian seterusnya.
Aliran psikologi belajar yang sangat besar pengaruhnya terhadap arah pengembangan teori dan praktek pendidikan dan pembelajaran hingga kini adalah aliran behavioristik. Aliran ini menekankan pada terbentuknya perilaku yang tampak sebagai hasil belajar. Teori behavioristik dengan model hubungan stimulus responnya, mendudukkan orang yang belajar sebagai individu yang pasif. Respon atau perilaku tertentu dengan menggunakan metode drill atau pembiasaan semata. Munculnya perilaku akan semakin kuat bila diberikan reinforcement dan akan menghilang bila dikenai hukuman.

D. Aplikasi Aliran Behavioristik
Dalam kegiatan pembelajaran tergantung dari beberapa hal seperti: tujuan pembelajaran, sifat materi pelajaran, karakteristik pebelajar, media dan fasilitas pembelajaran yang tersedia. Pembelajaran yang dirancang dan berpijak pada teori behavioristik memandang bahwa pengetahuan adalah obyektif, pasti, tetap, tidak berubah. Pengetahuan telah terstruktur dengan rapi, sehingga belajar adalah perolehan pengetahuan, sedangkan mengajar adalah memindahkan pengetahuan (transfer of knowledge) ke orang yang belajar atau pebelajar. Fungsi mind atau pikiran adalah untuk menjiplak struktur pengetahuan yag sudah ada melalui proses berpikir yang dapat dianalisis dan dipilah, sehingga makna yang dihasilkan dari proses berpikir seperti ini ditentukan oleh karakteristik struktur pengetahuan tersebut. Pebelajar diharapkan akan memiliki pemahaman yang sama terhadap pengetahuan yang diajarkan. Artinya, apa yang dipahami oleh pengajar atau guru itulah yang harus dipahami oleh murid.
Metode behavioristik ini sangat cocok untuk perolehan kemampaun yang membuthkan praktek dan pembiasaan yang mengandung unsur-unsur seperti : Kecepatan, spontanitas, kelenturan, reflek, daya tahan dan sebagainya, contohnya: percakapan bahasa asing, mengetik, menari, menggunakan komputer, berenang, olahraga dan sebagainya. Teori ini juga cocok diterapkan untuk melatih anak-anak yang masih membutuhkan dominansi peran orang dewasa, suka mengulangi dan harus dibiasakan, suka meniru dan senang dengan bentuk-bentuk penghargaan langsung seperti diberi permen atau pujian.

E. Kelebihan dan Kekurangan Aliran Behavioristik
Kekurangan
• Pembelajaran siswa yang berpusat pada guru (teacher centered learning), bersifat meanistik, dan hanya berorientasi pada hasil yang diamati dan diukur
• Murid hanya mendengarkan dengan tertib penjelasan guru dan menghafalkan apa yang didengar dan dipandang sebagai cara belajar yang efektif.Penggunaan hukuma sebagai salah satu cara untuk mendisiplinkan
• siswa ( tori skinner ) baik hukuman verbal maupun fisik seperti kata – kata kasar , ejekan , jeweran yang justru berakibat buruk pada siswa.
Kelebihan
• Sangat cocok untuk memperoleh kemampuan yang membutuhkan praktek dan pembiasaan yang mengandung unsure-unsur seperti kecepatan, spontanitas, kelenturan, refleks, dan daya tahan.
Contoh : Percakapan bahasa asing,mengetik,menari,berenang,olahraga.
Cocok diterapkakn untuk melatih anak-anak yang masih membutuhkan dominasi peran orang dewasa, suka mengulangi dan harus dibiasakan, suka meniru dan senang dengan bentuk-bentuk penghargaan langsung seperti diberi hadiah atau pujian.
• Dapat dikendalikan melalui cara mengganti mengganti stimulus alami dengan stimulus yang tepat untuk mendapatkan pengulangan respon yang diinginkan, sementara individu tidak menyadari bahwa ia dikendalikan oleh stimulus yang berasal dari luar dirinya

Jumat, 18 Februari 2011

Contoh kasus sehat dan sakit dari dimensi sehat

ARTI DAN KONSEP SEHAT

Dalam pengertian yang paling luas sehat merupakan suatu keadaan yang dinamis dimana individu menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungan internal (psikologis, intelektua, spiritual dan penyakit) dan eksternal(lingkungan fisik, social, dan ekonomi) dalam mempertahankan kesehatannya.Sedangkan bagi masyarakat umum/ awam, sehat hanya berarti “tidak sakit”.
Sehat ditinjau dari beberapa dimensi, antara lain :

1) Kesehatan jasmani
2) Kesehatan mental
3) Kesehatan mental
4) Kesehatan social
5) Kesehatan spiritual
6) Kesehatan societal


A. KESEHATAN MENTAL

1. Definisi Kesehatan Mental
Menurut Pieper dan Uden (2006),
kesehatan mental adalah suatu keadaan dimana seseorang tidak mengalami
perasaan bersalah terhadap dirinya sendiri, memiliki estimasi yang relistis
terhadap dirinya sendiri dan dapat menerima kekurangan atau kelemahannya,

kebutuhan pribadi. D.S. Wright dan A Taylor (dalam Notosoedirdjo & Latipun, 2005)
mengemukakan tanda-tanda orang yang sehat mentalnya adalah sebagai berikut:
(1) Bahagia (happiness) dan terhindar dari ketidakbahagiaan,
(2) Efisien dalam menerapkan dorongannya untuk kepuasan kebutuhannya,
(3) Kurang dari kecemasan,
4) Kurang dari rasa berdosa (rasa berdosa merupakan refleks dari kebutuhan self-punshment),
(5) Matang, sejalan dengan perkembangan yang sewajarnya,
(6) Mampu menyesuaikan diri terhadap lingkungannya,
(7) Memiliki otonomi dan harga diri,
8) Mampu membangun hubungan emosional dengan orang lain, dan
(9) Dapat melakukan kontak dengan realita.

Contoh kasus sehat :
Dimana ada seorang atlet yang senang berolahraga , selalu menjaga kesehatannya , dan menjaga asupan makanannya , maka akan jauh dari yang namanya penyakit/di segani banyak orang .

Konsep sakit
Sedangkan sakit merupakan proses dimana fungsi individu dalam satu atau lebih dimensi yang ada mengalami perubahan atau penurunan bila dibandingkan dengan kondisi individu sebelumnya.
Secara ilmiah penyakit (disease) diartikan sebagai gangguan fungsi fisiologis dari suatu organisme sebagai akibat terjadi infeksi atau tekanan dari lingkungan, jadipenyakit itu bersifat obyektif. Sebaliknya sakit (illness) adalah penilaian individu terhadap pengalaman menderita suatu penyakit (Sarwono, 1993:31). Fenomena subyektif ini ditandai dengan perasaan tidak enak.
Sedangkan sakit merupakan proses dimana fungsi individu dalam satu atau lebih dimensi yang ada mengalami perubahan atau penurunan bila dibandingkan dengan kondisi individu sebelumnya.
Secara ilmiah penyakit (disease) diartikan sebagai gangguan fungsi fisiologis dari suatu organisme sebagai akibat terjadi infeksi atau tekanan dari lingkungan, jadipenyakit itu bersifat obyektif. Sebaliknya sakit (illness) adalah penilaian individu terhadap pengalaman menderita suatu penyakit (Sarwono, 1993:31). Fenomena subyektif ini ditandai dengan perasaan tidak enak.
Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku sakit :
1) Faktor Internal
a. Persepsi individu terhadap gejala dan sifat sakit yang dialami Klien akan segera mencari pertolongan jika gejala tersebut dapat mengganggu rutinitas kegiatan sehari-hari.

2) Faktor Eksternal
a. Gejala yang Dapat Dilihat Gajala yang terlihat dari suatu penyakit dapat mempengaruhi Citra Tubuh dan Perilaku Sakit.
b. Latar Belakang Budaya Latar belakang budaya dan etika mengajarkan seseorang bagaimana menjadi sehat, mengenal penyakit, dan menjadi sakit.
c. Ekonomi Semakin tinggi tingkat ekonomi seseorang biasanya ia akan lebih cepat tanggaKemudahan Akses Terhadap Sistem Pelayanan Dekatnya jarak klien dengan RS, klinik atau tempat pelayanan medis lain sering mempengaruhi kecepatan mereka dalam memasuki sistem pelayanan kesehatan terhadap gejala penyakit yang ia rasakan

Contoh Kasus Sakit :
Jika seseorang mengalami penyakit yang masih ringan , seperti : pusing , batuk , pilek , masuk angin, apabila si penderita tidak menggangu aktivitasnya , maka itu belom di sebut orang itu sakit .

Sabtu, 27 November 2010

Sesali tak sejak dulu

Band Laluna
Lirik :

Sesali tak sejak dulu
Ku miliki dirimu
Ternyata kaulah yang
Paling mengertiku

Berakhirlah sudah sendiriku
T’lah ku temukanmu dihatiku
Beruntungnya aku
Miliki dirimu

Reff:
Sesali tak sejak dulu
Ku miliki dirimu
Ternyata kaulah yang
Paling mengertiku

Takkan ku buang waktuku
‘tuk selalu bersamamu
Ku akan setia
Hingga berakhir sang waktu

Beruntungnya aku
Miliki dirimu

Back to Reff:

Lala..lala..lala.. 2x

Rabu, 10 November 2010

Macam-macam Jejaring sosial serta dampak positif dan negatifnya

Macam-macam Jejaring sosial , yaitu :
* Jejaring sosial dari Luar negeri :
1)Facebook
2)Friendster
3)Twitter
4)Yahoo Messenger
5)MSN
6)My space
7)Multiply
8)MySpace

*Jejaring Sosial asli Indonesia :
1)Fupei,com
2)Adandu.com
3)Digli.com
4)Lilocity.com
5)Kongkoow.com

Dari sedemikian banyak jejaring sosial yang ada, masing-masing memiliki fungsi yang berbeda,namun secra garis besar jejaring sosial memiliki dampak positif dan dampak negatif,namun jika kita teliti lebih dalam dampak positif yang ada lebih dominan jika dibandingkan dampak negatifnya.Dampak negatif timbul dari individu pemakai jejaring sosila yang memiliki maksud atau tujuan yang menyimpang dari fungsi utama jejaring sosila tersebut.
Kita dapat membedakan dampak-dampak dari jejaring sosial tersebut,antara lain :
I.Dampak Positif dari jejaring sosial :
1. Menghubungkan kita dengan keluarga dan teman-teman kita tidak mengenal jarak dan waktu
2. Kita dapat berbagi informasi dengan cepat
3. Dapat memperluas pergaulan dan mendapatkan banyak teman-teman baru
4. Sarana mengembangkan bisnis dan ilmu pengetahuan
5. menjadikan suatu hal sosial untuk membantu yg kekurangan.



II. Dampak Negatif dari Jejaring Sosial :
1. Membuat individu lupa dengan waktu dan melupakan kehidupan sosialnya di kehidupan nyata.
2. Menjadikan jejaring sosial sarana untuk mendiskusikan hal sara,pornografi, atau pun hal-hal lainnya yang tidak seharusnya diperbincangkan
3. menjadi suatu ajang untuk menjual diri , bagi kaum wanita .
4. bisa menjadi terbawa pengaruh buruk buat dirinya sendiri.

Senin, 01 November 2010

Anak-anak dan Internet

Nama kelompok :

1.Kurnia Ayu Rahmasari : 12509568
2.Siti Nur Fajaria : 16509633
3.Uyainah : 15509559
4.Ummulia Wulan N : 15509800

Kelas : 2PA04


APA YANG ANAK LAKUKAN DIDALAM INTERNET

Pada umumnya anak anak di United States dan Canada dapat mengakses internet lebih dari 95% online pada tahun 2003 ( Kaiser Family Foundation,2004; Environics Research Goup ,2005; Nelsen ratings) dan lebih dari 75% mempunyai akses internet di rumah, internet banyak sekali di gunakan dinegara – Negara berkembang . Banyak anak – anak yang mengakses internet dengan frekuensi minimal 1 kali seminggu di rumah, sekolah ,perpustakaan dll,dari survey yang di lakukan di akhir tahun di indikasikan setengah dari semua anak pengguna internet menghabiskan lebih dari satu jam perhari.
Umumnya anak sering mengakses www, anak-anak menggunakan web untuk mengakses banyak informasi dari web searching dan browsing, contohnya : komunikasi lewat e-mail , chatting dan diskusi dan mengakses music, video, gambar dan computer game.
Di kalangan anak-anak internet sangat popular dari orang tua dan guru untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak di inginkan, orang tua harus memberikan perhatian lebih pada anak.


Predasi dan kekerasan

Peningkatan laporan berita anak-anak yang memikat kedalam mobil tampaknya akan di gantikan oleh laporan anak yg memikat di internet.Demikian pula, Bullying sekolah tampaknya akan pindah ke internet. Sama seperti orang tua ,histosis menjadi prihatin ketika anak-anak mereka memulai usaha semakin jauh dari rumah , mereka sekarang menjadi prihatin sebagai usaha anak-anak mereka semakin jauh kedalam lingkungan internet.
Menelaah pertanyaan tentang ajakan sexual dari 1999-survei tahun 2000 internet pemuda . keselamatan hampir responden berusia 10-17 tahun , di laporkan menerima ajakan seksual yang tidak diinginkan melalui email atau chatting. Hampir semua permohonan datang dari seseorang yang hanya ditemui di internet. Beberapa permohonan itu permintaan langsung tatap muka dengan permohonan termasuk meminta seorang gadis tentang ukuran bra-nya, meminta anak laki-laki untuk terlibat dalam cybersex dan mengirim gambar seksual eksplisit

Perhatian
Secara garis besar , orang tua , guru , pembuat undang-undang dan presiden telah memperhatikan tentang efek kerugian baru dari media terhadap anak. Film , radio, dan tv . itu semua sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak. Dan komputer juga sangat berpengaruh terhadap cara bersosialisasi dengan perkembangan anak.
Peringatan dengan kritik adalah yang paling penting dalam kontak sosial dan kegiatan pemeriksaan telah tergantikan dengan bersosialisasi di depan komputer


PERKEMBANGAN SOSIAL
anak-anak mengembangkan rasa siapa mereka dan masyarakat, mereka belajar untuk kritis mengevaluasi eharacteristics yang Devine diri mereka sendiri dan mereka bersandar untuk mengendalikan perilaku mereka untuk beradaptasi dengan norma-norma masyarakat dan nilai. ini aspek pembangunan sosial membutuhkan anak-anak untuk berinteraksi dengan orang lain untuk membedakan diri dari orang lain, membandingkan karakteristik yang mendefinisikan diri mereka dengan orang-orang yang mendefinisikan orang lain, dan mengembangkan pengendalian diri.
criticts mengeluh bahwa penggunaan komputer mengarah ke isolasi sosial, yang sering menyebabkan gangguan depresi dan lain-lain mental. mengingat bahwa banyak anak memiliki akses ke internet di kamar tidur mereka (Kaiser Family Foundation, 2004), hal ini mungkin keprihatinan berlaku. ada beberapa bukti yang menunjukkan hubungan antara isolasi sosial dan depresi dan menggunakan komputer. kraut et al (1998) melaporkan hasil survei pengguna internet pertama kali sebagai bagian dari studi longitudinal dilakukan HomeNet 1995-1998 tentang dampak internet pada interuction sosial. ini pertama kalinya pengguna internet melaporkan penurunan dalam interaksi sosial dan peningkatan gejala depresi lebih dari satu bulan pertama mereka menggunakan internet di samping itu, korelasi antara penggunaan internet dan isolasi dan tindakan depresi yang sedikit lebih tinggi untuk remaja di sederhana daripada orang-orang untuk dewasa . efek ini adalah pendek-hidup. Namun: kraut et al (2002) diikuti peserta HomeNet selama periode waktu yang lebih lama (tiga tahun sebagai lawan dari 12 sampai 18 bulan). dan dampak negatif dari penggunaan internet benci menghilang. dalam studi kedua, kraut et al (2002) menemukan bahwa anak-anak ekstrovert dan dewasa melaporkan peningkatan yang lebih besar dalam interaksi sosial dan harga diri sebagai fungsi peningkatan penggunaan interne
penelitian lain menunjukkan bahwa internet saya memiliki efek positif terhadap pembangunan sosial. Situs web pribadi remaja dianalisis. ia menemukan bahwa gadis-gadis mengekspresikan diri yang konsisten dengan teori pembangunan sosial. Stern berpendapat bahwa internet menyediakan dan oppurtunity sangat baik untuk anak-anak untuk mengekspresikan diri mereka ketika mereka mengembangkan sosial dan seksual.

beberapa studi telah meneliti hubungan antara sosial akan dan menggunakan internet pesan instan. olahpesan cepat menjadi bentuk yang paling umum komunikasi di internet. dalam studi tentang hubungan antara konsep diri dan menggunakan instant messaging, hukum disurvei remaja berusia antara 11 dan 19 tahun dan tidak menemukan hubungan antara konsep diri dan menggunakan instant messaging. Namun, konsisten dengan statistik pada peningkatan penggunaan instant messaging. lebih dari tiga-perempat hukum peserta remaja digunakan pesan instan harian. remaja usia 11 sampai 16 tahun dan tidak menemukan hubungan antara jumlah menghabiskan waktu tindakan online dan kesepian. kecemasan sosial depresi, pada kepuasan kehidupan sehari-hari.

meneliti hubungan antara kesejahteraan dan kedekatan mitra pesan instan pada remaja berusia 11-13 tahun. di kalangan remaja yang menggunakan pesan instan, mereka yang dilaporkan merasa nyaman dalam interaksi sosial mereka dilaporkan primariliy berkomunikasi dengan teman sekolah dimana remaja yang dilaporkan merasa terisolasi secara sosial juga berkomunikasi dengan orang yang mereka tidak kenal dengan baik
menemukan bahwa anak-anak berusia 10-17 yang melaporkan symtomps depressif signifikan menghabiskan lebih banyak waktu di internet di sekolah dan digunakan e-mail lebih sering untuk komunikasi sosial kemudian pelaporan yang lebih sedikit atau tidak ada symtomps depressif. sampel mereka datang dari sebuah studi besar negara-negara bersatu. internet pemuda survei keselamatan. dilakukan pada tahun 1999-2000 dengan anak-anak usia 10 sampai 17 tahun. menemukan bahwa anak-anak yang dilaporkan symtomps depresi dan telah victimezed dalam beberapa cara memiliki hubungan pribadi yang lebih dekat dengan orang-orang mereka telah bertemu di internet daripada anak-anak yang tidak bermasalah dan depresi anak-anak dan remaja muncul untuk menjangkau teman-teman online.

memang, komunikasi online dapat membantu anak-anak mengembangkan rasa diri dalam lingkungan anonim dan mendukung. turkle berpendapat bahwa multi-user game dungeon memberikan oppurtunity penting bagi orang untuk experment dengan diri diffarent dan, dengan demikian, memperbaiki diri mereka konsep. menganalisis transkrip 30 menit dari ruang chat remaja yang meliputi 52 peserta yang berbeda. dicussed topik dalam jangka waktu termasuk olahraga, seks, dan kekhawatiran orangtua. peserta secara terbuka mendiskusikan perasaan mereka dan, ketika peserta mengungkapkan keprihatinan pribadi, yang lain cepat didukung peserta. menyimpulkan bahwa internet dapat memberikan lingkungan sosial yang aman di mana remaja dapat mendiskusikan topik memalukan dan praktik hubungan social.

posting diperiksa untuk masalah umum remaja dan seksualitas papan diskusi selama satu bulan dan menemukan similar posyings dengan yang ditemukan oleh Subrahmanyam et al, 2004
posting ke board umum didominasi berurusan dengan masalah romantis dan posting ke papan seksualitas didominasi dianggap kesehatan seksual. juga, topik yang berhubungan dengan masalah pribadi yang relevan, seperti citra tubuh dan bekerja keluar, diterima tampilan dengan lebih oleh yang lain daripada topik faktual dasar, seperti pencegahan kehamilan. Suzuki dan calzo berpendapat bahwa papan memungkinkan anak-anak untuk jujur membahas dan menerima dukungan sosial untuk topik tabu memalukan atau social.

greenfield (2004), namun, memperingatkan bahwa kebebasan berekspresi di chat room mungkin tidak selalu tahapan perkembangan positif. dia dieksplorasi anak-anak menggunakan berbagai bentuk komunikasi internet dan komunikasi banyak diidentifikasi mempromosikan rasisme perselingkuhan, seksual dan prasangka. walaupun mengakui bahwa tidak ada kekhawatiran nya unik ke internet, ia berpendapat bahwa anonimitas dari internet mungkin mengarahkan anak-anak untuk terlibat dalam komunikasi menurunkan lebih dan karenanya memperkuat efek berpotensi negatif dari komunikasi tersebut.

secara bersama-sama dan recogbizing yang memperingatkan expresseed oleh greenfield (2004a), penelitian tentang pembangunan sosial dan internet yang dilakukan sampai saat ini menunjukkan bahwa, daripada memimpin anak-anak ke isolasi sosial dan kekurangan, internet dapat menyediakan lingkungan yang positif bagi perkembangan social. anak-anak terus wajah mereka untuk menghadapi hubungan ketika terpisah, mungkin dalam banyak cara yang sama seperti mereka akan di telepon. memang, teknologi internet memberikan anak-anak dengan celah lebih untuk interaksi sosial dari mungkin dengan telepon: anak-anak secara simultan dapat berkomunikasi dengan sejumlah besar rekan-rekan pada sejumlah besar topik melalui e-mail, ghat dan instant messaging. anak-anak yang merasa terisolasi secara sosial dalam tatap muka pengaturan mengalami depresi dan atau kurang percaya diri mampu berkomunikasi dalam lingkungan sosial yang aman daripada menjaga keprihatinan mereka kepada diri mereka sendiri. selanjutnya, anak-anak dapat "mencoba" identitas pribadi yang berbeda, membahas masalah pribadi dan pribadi memperoleh informasi yang relevan tanpa malu atau pengungkap.



paparan pornografi dan kebencian

sangat sedikit penelitian telah dilakukan pada pengaruh terhadap anak-anak dari pornografi dan benci situs di internet. pornograph adalah lazim di seluruh internet: gambar porno yang tersedia di jutaan situs web dan melalui ratusan ribu sumber internet. sementara materi pornografi umumnya cukup jelas dan mudah disepakati, benci adalah lebih berbahaya: benci bisa sulit untuk menemukan dan menentukan.

akses pornografi anak-anak dalam banyak hal, beberapa disengaja dan banyak yang tidak disengaja. intentinally anak-anak dapat mengakses pornografi meskipun pencarian web atau mengetik mungkin. anak-anak lebih mungkin untuk mengakses pornografi secara tidak sengaja, namun. ini dapat terjadi melalui teknik yang digunakan oleh distributor pornografi untuk merekrut pelanggan baru. distributor pornografi mungkin mengirim spam e-mail dengan konten pornografi atau mengundang penerima untuk mengakses pornografi. berkali-kali, undangan itu tidak berbahaya, seperti undangan untuk bersaing untuk komputer laptop atau belajar tentang peternakan. baru-baru ini, distributor pornografi telah menginvasi transfer peer-to-peer sehingga anak men-download britney spears lambatnya file audio dari kurang dari reputasi jaringan peer-to-peer dapat menerima video hardcore porno sebagai gantinya. meskipun banyak teknik ini tidak lagi digunakan-regulator telah menutup banyak distributor distributor lainnya pornographand telah mengembangkan situs web fee-based dan peer-to-peer internet download-anak yang masih secara tidak sengaja dapat mengakses pornografi.

Mitchell et al , menganalisis data dari survei internet pemuda keselamatan. pertanyaan wawancara telepon termasuk akses sengaja untuk pornografi di situs web, dalam e-mail, atau pesan instan serta cuaca anak itu tertekan oleh xpoure tersebut. seperempat dari anak-anak yang diwawancara menunjukkan mereka telah sengaja terkena pornografi. anak yang lebih tua lebih mungkin telah sengaja terkena pornografi daripada adalah anak-anak muda: Namun, anak-anak yang lebih tua terlibat dalam kegiatan internet lebih, termasuk memasuki chat room dan terlibat dalam perilaku berisiko internet, seperti chatting dengan orang yang mereka belum pernah bertemu offline. walaupun seperempat dari anak-anak yang memiliki eksposur pengalaman sengaja menunjukkan mereka sangat atau sangat kecewa oleh pemaparan, sangat sedikit menyebutkan ditunjukkan untuk ditinjau lagi dan beberapa bahan offendin. meskipun beberapa anak-anak tertekan dengan paparan mereka, kebanyakan anak hanya menolak materi pornografi.

anak-anak terkena seksualitas di media lain, termasuk video musik. film, majalah dan televisi. tubuh besar ugget penelitian doe hubungan untuk remaja dan dewasa muda antara melihat pornografi dan terlibat dalam perilaku berisiko dan / atau menyimpang namun penelitian ini adalah korelasional di alam. ada hubungan kausal yang telah mapan untuk menunjukkan bahwa melihat pornografi-on atau off internet-memiliki konsekuensi buruk terhadap anak-anak atau adolecents. akhirnya, keprihatinan tentang konsekuensi yang merugikan dalam eksposur advertent atau bertujuan untuk pornografi di internet mungkin hanyalah sebuah mitos perkotaan

Rabu, 29 September 2010

Dampak internet terhadap psikologi siswa


Internet merupakan media sangat berperan penting dalam perkembangan zaman saat ini.Internet memiliki peran penting untuk pendidikan,selain untuk menambah wawasan , internet merupakan gerbang informasi untuk mengakses informasi keseluruh penjuru dunia.Internet merupakan media belajar yang cukup efektif. Dari perkembangannya internet memiliki dampak positif dan negatif bagi para pelajar.
Dampak positif internet saat ini bagi para pelajar cukup banyak,kita bisa lihat seperti banyaknya jejaring sosial, media komunikasi yang cukup efektif, sarana mencari wawasan dan lain-lain.Namun dampak negative dari internet bagi pelajar membawa danpak yang cukup besar, jika disalahgunakan pemakaiannya,efek terbesarnya dari situs porno yang mudah diakses oleh para pelajar. Permasalahan ini sudah cukup lama dan sangat sulit penangganannya. Internet dapat berdampak positif atau negative , tergantung pada individu dan tujuan pemakaiannya. Peran orangtua dan lingkungan serta pendidikan agama merupakan alat pengontrol terbaik untuk tujuan pemakaian internet.
Hubungan dampak psikologi internet terhadap siswa yang paling utama adalah adanya media baru,seperti alat pembelajaran yang kreatif, aktif , dan tidak membosankan, ini kita bisa lihat dari besarnya antusiasme para pelajar terhadap internet. Semangat yang besar / antusiasme terhadap pemakaian internet yang dimiliki oleh para pelajar baiknya di arahkan dalam suatu bentuk pola pendidikan baru.

Jumat, 28 Mei 2010

Saat kau pergi

Betapa sulitnya melewati hari tanpa dirimu..
Telah ku tampung air mataku di dalam hatiku..
setiap derai air mata dan penyesalan selalu menyelimutiku 
dapatkah kisah yang dulu pernah bersemi kembali dihatiku ?? 

Karena semua arti cinta ada pada dirimu 
semua kenangan manis terikat dimatamu
tapi apalah dayaku ? semua telah berlalu 
ku harap pilihanmu adalah yang terbaik dan juga yang terakhir untukmu 

Ku takkan lagi berharap dirimu 
ku takkan lagi bermimpi tentangmu 
asalkan kau bahagia akupun bahagia 
biarlah disaat kau pergi ..
ku dapat menikmati kesendirianku ...

By : 
Kurnia Ayu Rahmasari